Selain Erni, ada pula Yati Mulyati yang sudah 5 tahun mengidap katarak. Ia menjelaskan, menurut orang yang memeriksa matanya, katarak tersebut diakibatkan karena ia kebanyakan menangis.
“Soalnya suami sakit sampai meninggal dari tahun 2017 sampai 2021. Jadinya mata saya kanan dan kiri katarak. Tidak bisa melihat dengan jelas. Benar-benar buram,” tuturnya.
Namun, setelah operasi katarak, ia sangat senang karena bisa kembali melihat dengan jelas dan jernih meski baru mata kanan saja.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya sekarang sudah bisa lihat alhamdulillah. Ingin juga dioperasi, tapi mau cari yang gratis. Semoga ada lagi kesempatan saya operasi lagi untuk mata kiri,” harapnya.
Ia berpesan pada pasien lain untuk jangan takut dioperasi katarak. Sebab rasanya tidak sesakit yang dibicarakan orang.
Ia pun sangat puas dengan pelayanan dari RSUD Bandung Kiwari. Menurutnya, ini pertama kali ia dilayani dengan baik di rumah sakit.
“Dari pertama pemeriksaan, kita diterima baik sekali oleh rumah sakit ini. Baru sekarang saya ke rumah sakit yang pelayanannya bagus. Operasinya juga sebentar, hanya 30 menit,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Utama RSUD Bandung Kiwari, Yorisa Sativa mamaparkan, sejak Januari 2022 RS ini telah berganti menjadi RSUD.
“Pelayanan pun kami tingkatkan dari kelas C menjadi kelas B. Mudah-mudahan dengan 1.300 SDM yang kami miliki bisa memberikan pelayanan yang mumpuni,” harapnya.
Penulis : Opung
Editor : Dhardiana
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

























