Menurutnya, program Kang Pisman sebetulnya berjalan baik. Dalam kondisi normal pun sampah yang dihasilkan tiap hari sebanyak 1.500 ton. Jumlah yang bisa diangkut oleh Pemkot Bandung ke TPA sebanyak 1.200 ton. Sedangkan 300 ton sisanya itu optimalisasi kinerja Kang Pisman.
“Coba bayangkan kalau 300 ton itu dikali sebulan atau tahun, pasti tidak tertangani. Kota ini nanti jadi lautan sampah,” ungkapnya.
Selain itu ia memberi contoh di Kelurahan Rancabolang, Kecamatan Rancasari pemanfaatan maggot berjalan baik. Hasilnya bisa membantu pupuk bagi masyarakat yang masih berprofesi tani di sana. Sehingga saling berbagi nilai manfaat.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Sedangkan untuk TPA Legoknangka, Ema mengaku informasi dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan sekarang sudah mengerucut pada dua perusahaan dari Jepang yang akan menangani sampah di sana.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung, Dudy Prayudi menyampaikan sampah dari TPS yang overload diangkut ke TPA Cicabe menggunakan truk-truk kecil.
“Ada 33 yang belum normal. Salah satu kendalanya kita masih keterbatasan alat berat. Kalau dilakukan secara manual dengan tenaga manusia, membutuhkan waktu yang lama. Sehingga alat berat ini digilir dari satu TPS ke TPS lain,” papar Dudy.
Jika kondisi sudah kembali normal, TPA darurat Cicabe akan ditutup dan semua sampah kembali diangkut ke Sarimukti.
Penulis : Dian
Editor : Hardiana
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

























