Agus menyebut, saat ini Dabaresih sedang menjajaki kerja sama dengan Get Plastic, salah satu organisasi pegiat lingkungan dalam menghadirkan Pirolisis. Kata Agus, alat ini mampu mengonversi sampah menjadi bahan bakar. Mulai dari bensin hingga solar.
“Satu kilogram sampah plastik dapat menjadi satu liter solar. Tentu ini merupakan inovasi luar biasa,” ucapnya.
Secara teknis, nantinya di sungai di wilayah RW 05 Dago akan dipasang jaring. Nantinya, sampah yang bisa laku di bank sampah akan masuk ke sana. Sedangkan sampah residu akan diolah menjadi BBM lewat mesin pirolisis.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat ini, pihaknya sedang dalam penjajakan untuk melakukan pendampingan. Ia berharap kolaborasi ini dapat secepatnya bisa diaplikasikan di wilayah RW 05 Dago.
“Kita lakukan pendampingan, kita siapkan gudangnya, dan setelah mesin datang, kita bisa mulai. Pertengahan tahun ini kita pendampingan dulu. Semoga tahun ini bisa terealisasi,” kata Agus.
Masalah Sampah, Kesadaran Bersama
Lebih lanjut, Agus menyebut penanganan masalah sampah adalah tanggung jawab bersama. Baik itu pemerintah ataupun masyarakat.
Ia menilai hadirnya TPA Cicabe sebagai solusi tepat untuk penanganan darurat sampah yang terjadi di Kota Bandung belakangan ini.
Meski begitu, upaya tersebut kata Agus perlu dibarengi dengan perubahan cara memperlakukan sampah di rumah.
Editor : Dhardiana
Sumber Berita : Humas Pemkot Bandung
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

























