“Kalau sekadar pintar hapalan, begitu diarahkan ke tantangan keilmuan yang kompleks, dia belum tentu bisa survive. Tes potensi skolastik mengukur kemampuan penalaran dan analisis. Kalau tinggi diharapkan dia dapat menyelesaikan studinya dengan baik,” kata Prof. Tjitjik.
Pada subtes matematika lebih mengujikan sejauh mana kemampuan penalaran peserta di bidang matematika yang direpresentasikan melalui penalaran dasar. Sementara subtes literasi lebih pada pemahaman peserta terkait bahasa dan kemampuan peserta untuk menarasikan pikirannya.
Selain Prof. Ashari dan Prof. Tjitjik, Konferensi pers tersebut dihadiri Ketua Pelaksana Eksekutif SNPMB Prof. Budi Prasetyo Widyobroto, Rektor Unpad Prof. Rina Indiastuti dan Ketua BP3 Kemdikbudristek, Dr. Rahmawati. Sebelum melaksanakan konferensi pers, rombongan berkesempatan meninjau Pusat Pengembangan UTBK di Kampus Unpad.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Penulis : Opung
Editor : Dhardiana

























