Adapun angka stunting di Kota Bandung mengalami penurunan dan kini berada di angka 6,43 persen.
“Peran dan kolaborasi aktif Pemerintah dan masyarakat juga sangat penting. Semoga upaya ini dapat mewujudkan jiwa Kota Bandung yang sehat,” ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan, capaian penyelenggaran kota sehat di Kota Bandung mencapai 95,46 persen dari 9 tatanan.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Adapun kesembilan tatanan tersebut meliputi: Kehidupan Masyarakat Sehat Mandiri (96,43 persen), Permukiman dan Fasilitas Umum (97,12 persen), Satuan Pendidikan (95,45 persen), Pasar (95,83 persen), Pariwisata (96,15 persen), Transportasi dan Tertib Lalu Lintas Jalan (90,63 persen), Perkantoran dan Perindustrian (87,50 persen), Perlindungan Sosial (100 persen) dan Pencegahan dan Penanganan Bencana (100 persen).
Dalam paparannya, Ema menjelaskan ada 55 inovasi di 14 perangkat daerah, 66 inovasi di 27 kelurahan, dan 20 inovasi di 9 kecamatan di Kota Bandung dalam perwujudan Bandung Kota Sehat 2023.
Selain itu, ia juga memaparkan perkembangan akses sanitasi Kota Bandung yang terus menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun.
“Kolaborasi pentahelix dijalankan Pemkot Bandung menuju ODF 100 persen. Antara lain melibatkan Pemerintah, Akademisi, Masyarakat, Swasta, dan Media Massa. Dari kolaborasi tersebut, Kota Bandung berhasil meraih penghargaan AMPL Awards dari Bappenas,” ucap Ema.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

























