“Jadi kalau ada jeda, juga saya sangat bahagia karena enggak punya waktu pribadi dan saya juga sudah mengizinkan istri saya untuk ikut di level legislatif,” akunya.
Sedang terkait pemilihan presiden dan wakil (Pilpres), dimana dirinya kerap diikutsertakan dalam survey yang nyatanya memiliki elektabilitas cukup tinggi. Emil menegaskan dirinya tetap mawas diri, mengingat Golkar telah mengusung Airlangga Hartarto sebagai calon.
“Saya harus tahu diri. Posisi saya tidak bisa berstatement, kalau sudah nasional,” tutur Emil.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski dia tidak menampik, kemungkinan apapun bisa saja terjadi bergantung dari hasil keputusan partai yang berkoalisi. Sebab politik kata dia, menyangkut banyak kepentingan khususnya dari para partai yang berkoalisi.
“Tapi saya menyadari politik nasional itu akan berdinamika sampai di terakhir. Sampai menjelang detik terakhir, nanti akan banyak breaking news. Banyak belokan, banyak apa yang kita tidak paham dan saya tahu diri sebagai anggota partai. Ikut keputusan eksisting hari ini. Engke Februari we, pasti viral,” sambungnya.
Termasuk kandidat calon wakilnya kelak, bila diminta Golkar untuk kembali bertarung dalam Pilkada. Dimana semua keputusan kembali dari hasil sikap bersama partai melalui koalisi, termasuk kemungkinan jika harus berduet dengan Dedi Mulyadi yang telah menyeberang ke Partai Gerindra.
Penulis : Adi
Editor : Dhardiana
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

























