“Misalnya saluran air yang sudah tersendat agar segera bergotong-royong untuk membersihkannya, dinormalisasi Daerah yang terjadi kikisan hasil asesmen BPBD agar segera dibronjong agar tidak terjadi bencana. Kalau sudah dibronjong, terjadi hujan tidak dapat terjadi longsor. Agar cepat dicek lokasi titik-titik itu nanti BPBD dan Dinas PU dapat mengatasinya,” tuturnya.
Bupati juga meminta agar armada dan angkutan alat berat disiapkan untuk mengantisipasi terjadinya bencana.
“Pastikan alat berat di instansi terkait dalam keadaan siap. Jangan sampai bila terjadi bencana, alat berat tidak siap,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga meminta para kepala wilayah (Camat, Kades dan Lurah) selalu berada di tempat.
“Kalau terjadi bencana, pihak aparat desa dan kecamatan harus paling awal. Jadi pemerintah hadir ketika terjadi bencana. Kepala Desa, para Camat, BPBD, Damkar dan instasi terkait lainnya,” ucapnya.
Bupati juga memberikan arahan jika terjadi bencana agar segera ditanggulangi dengan cepat agar tidak meluas.
“Lakukan tindakan penanggulangan dengan cepat agar tidak meluas terjadi bencananya. Jadi masyarakat cepat merasakan. Bronjong, terpal dan alat lainya agar disiapkan,” tuturnya.
Berdasarkan data yang didpat dari tanggal 2 dan 3 Mei 2023, terdapat 9 titik bencana longsor di Kabupaten Sumedang yakni
Dusun Singkup Cadas Pangeran, Dusun Parakanpanjang dan Blok Gunung Gebos Cibugel, Bangbayang Situraja, Dusun Sawah Luhur Desa Ciherang, Desa Jatimulya Sumedang Utara, Surian, Sukapura Wado (Banjir) dan Cimanintin Jatinunggal.
Editor : Dhardiana
Sumber Berita : Humas Pemkab Sumedang
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

























