Selain Prof. Agung, seminar ini juga menghadirkan pembicara kunci Guru Besar Faperta Unpad Prof. Dedi Ruswandi, Ir., M.Sc., Ph.D. Topik yang diusung oleh Prof Dedi Ruswandi dengan penekanan pada aspek pentingnya pemahaman terhadap interaksi antara sumber daya alam, manusia, dan budaya yang membentuk agro-ekosistem yang unik dan beragam.
Beberapa contoh unik agro-ekosistem antara lain: agro-ekosistem padi subak di Bali, agro-ekosistem ubi Cilembu di Sumedang, agro-ekosistem teh Rancabali di Bandung, agro-ekosistem jagung Jawa Timur, agro-ekosistem ubi Cilembu Sumedang, agro-ekosistem sawit Riau, agro-ekosistem padi rawa Kalimantan, agro-ekosistem padi sawah Karawang, dan agro-ekosistem kentang Pangalengan.
Menurutnya, petani dan pemulia tanaman berperan besar dalam membangun agro-ekosistem Indonesia. Berkat agro-ekosistem yang unik tersebut, Indonesia diyakini dapat menjadi sentra produksi pertanian untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan dunia.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
“Keanekaragaman agro-ekosistem tersebut merupakan ‘hidden gem’ yang perlu dimanfaatkan secara arif bagi masa depan pengembangan pertanian. Sayangnya pemanfaatan keanekaragaman agro-ekosistem seringkali tersandung beberapa kendala seperti perubahan iklim global dan konversi lahan pertanian,” kata Prof. Dedi.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

























